BRAKE TEMPERATURE ……………………………………………………….. MONITOR — CM2
Periksa temperatur rem untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian (discrepancy) dan temperatur tinggi pada halaman WHEEL SD.
Tindakan perawatan (maintenance) diperlukan pada kondisi berikut:
• Perbedaan temperatur antara dua rem pada satu landing gear lebih dari 150 °C, dan temperatur salah satu rem tersebut ≥ 600 °C, atau
• Perbedaan temperatur antara dua rem pada satu landing gear lebih dari 150 °C, dan temperatur salah satu rem tersebut ≤ 60 °C, atau
• Perbedaan antara rata-rata temperatur rem landing gear kiri dan kanan ≥ 200 °C, atau
• Temperatur salah satu rem melebihi 900 °C.
BRK FAN pb-sw ……………………………………………………….. SESUI KEBUTUHAN (AS RQRD) — CM2
Apabila waktu turnaround singkat atau jika temperatur salah satu rem diperkirakan akan melebihi 500 °C, gunakan brake fan tanpa penundaan.
Dalam kondisi lain, awak pesawat sebaiknya menunda pengaktifan brake fan hingga 5 menit setelah landing, atau saat mendekati gate, mana yang terjadi lebih dahulu.
Untuk informasi lebih lanjut, lihat FCTM / PR-NP-SOP-270 – Use of Brake Fans.
AFTER LANDING C/L ……………………………………………………….. COMPLETE — CM1–CM2
Pastikan bahwa pemeriksaan setelah landing (after-landing checks) telah diselesaikan setelah pesawat keluar dari runway.
PARKING FLOW PATTERN
ACCU PRESS indicator ……………………………………………………….. CHECK — CM1
Indikasi ACCU PRESS harus berada di zona hijau.
Jika tekanan accumulator rendah, chocks wajib terpasang sebelum engine 1 dimatikan.
PARK BRK handle ……………………………………………………….. ON — CM1
Jika temperatur salah satu rem di atas 500 °C (atau di atas 350 °C dengan brake fans ON), hindari penggunaan parking brake, kecuali sangat diperlukan secara operasional.
BRAKES PRESS indicator ……………………………………………………….. CHECK — CM1
Pertahankan pedal rem tetap diinjak setelah parking brake diaplikasikan sampai indikasi tekanan rem berada di atas zona hijau pada triple pressure indicator.
ANTI-ICE ……………………………………………………….. OFF — CM2
APU BLEED
APU BLEED pb-sw ……………………………………………………….. ON — CM2
Setel APU BLEED ke ON sesaat sebelum engine shutdown untuk mencegah asap gas buang mesin masuk ke sistem AC.
Jika APU tidak tersedia:
EXT PWR pb ……………………………………………………….. ON — CM1
Minimal 3 menit setelah operasi thrust tinggi:
All ENG MASTER LEVERS ……………………………………………………….. OFF — CM1
PERINGATAN (CAUTION):
Jika bahan bakar JP4 digunakan pada temperatur lingkungan di atas 10 °C, lakukan dry motoring mesin selama 2 menit setelah engine shutdown.
Periode dry motoring ini dimulai sekitar 90 detik setelah master lever dipilih ke OFF.
Halaman DOOR/OXY SD ditampilkan pada lower ECAM display.
Catatan:
Awak pesawat sebaiknya mengoperasikan mesin pada idle thrust atau mendekati idle selama 3 menit sebelum engine shutdown, untuk menstabilkan temperatur mesin.
Idle reverse thrust dan thrust normal untuk manuver selama taxi (pada atau mendekati idle) tidak dianggap sebagai operasi thrust tinggi. Oleh karena itu berlaku ketentuan berikut:
Jika awak pesawat menggunakan idle reverse thrust saat landing dan thrust normal untuk taxi, maka periode pendinginan dimulai saat thrust lever ditarik pada fase flare.
Jika awak pesawat menggunakan maximum reverse saat landing, maka periode pendinginan dimulai saat thrust lever disetel ke idle reverse selama landing rollout.
Sebelum engine shutdown, periode pendinginan rutin yang lebih singkat dari waktu yang direkomendasikan dapat menyebabkan degradasi mesin.
ENGINE PARAMETERS ……………………………………………………….. CHECK — CM1
Pastikan parameter mesin menurun.
WING sw ……………………………………………………….. OFF — CM1
BEACON sw ……………………………………………………….. OFF — CM1
Matikan lampu beacon ketika seluruh mesin telah spool down.
OTHER EXTERIOR LIGHTS ……………………………………………………….. SESUI KEBUTUHAN (AS RQRD) — CM1
FUEL
FUEL PUMPS ……………………………………………………….. OFF — CM2
SLIDES ……………………………………………………….. CHECK DISARMED — CM1
Periksa slides dalam kondisi DISARMED pada halaman DOOR/OXY SD.
Peringatkan cabin crew jika ada slide yang belum di-disarm.
SEAT BELTS sw ……………………………………………………….. OFF — CM1
GROUND CONTACT ……………………………………………………….. ESTABLISH — CM1
Awak pesawat harus menjalin komunikasi dengan ground crew.
Pastikan chocks telah terpasang.
BRK FAN pb ……………………………………………………….. SESUI KEBUTUHAN (AS RQRD) — CM2
Matikan brake fans apabila sudah tidak diperlukan lagi.
PARK BRK handle ……………………………………………………….. SESUI KEBUTUHAN (AS RQRD) — CM1
Parking brake sebaiknya dilepas setelah chocks terpasang, apabila temperatur salah satu rem di atas 300 °C
(atau di atas 150 °C dengan brake fans ON).
Melepas parking brake mencegah struktur kritis terpapar temperatur tinggi dalam waktu lama.
Namun, bila kondisi operasional mengharuskan (misalnya permukaan apron licin), parking brake boleh tetap terpasang.
Awak pesawat tidak boleh menginjak pedal rem sebelum melepaskan parking brake.
Namun, awak pesawat harus siap menginjak pedal rem setelah parking brake dilepas, bila diperlukan.
Saat parkir dengan ban kempis pada nose gear, pertahankan parking brake tetap ON, untuk mencegah pesawat berbelok (yawing) saat parking brake dilepas.
PARKING C/L ……………………………………………………….. COMPLETE — CM1–CM2
ATC ……………………………………………………….. STBY — CM2
IRS PERFORMANCE ……………………………………………………….. CHECK — CM2
Pada halaman FMS POSITION / MONITOR, periksa bahwa deviasi tidak melebihi batas berikut:
FUEL QUANTITY ……………………………………………………….. CHECK — CM2
Periksa bahwa jumlah bahan bakar yang tersisa di pesawat ditambah bahan bakar yang telah digunakan sesuai/konsisten dengan bahan bakar saat keberangkatan.
Jika awak pesawat menemukan selisih (discrepancy) yang tidak lazim, maka diperlukan tindakan perawatan (maintenance).
DUs ……………………………………………………….. DIM — CM1–CM2
Redupkan (dim) unit tampilan EFIS, ECAM, dan MCDU.
STATUS page ……………………………………………………….. CHECK — CM1
Tekan STS pb (panel kontrol ECAM).
LOGBOOK ……………………………………………………….. COMPLETE — CM1
Lengkapi logbook sesuai dengan informasi pada STATUS page.
EFB TABLETS ……………………………………………………….. SHUTDOWN — CM1–CM2
Matikan (shutdown) seluruh tablet EFB hanya jika pesawat berada di darat lebih dari 2 jam.
EFB DISPLAY UNITS ……………………………………………………….. OFF — CM1–CM2
Jika melakukan transit stop:
CLEAR / CLOSE FLIGHT ……………………………………………………….. APPLY — CM1–CM2
REPORT SEVERE ICING CONDITIONS
Laporkan kondisi icing berat di logbook, yang memerlukan inspeksi fan acoustic panels pada mesin selama walkaround.
Awak pesawat harus menerapkan prosedur berikut sesuai kebijakan perusahaan, ketika penumpang terakhir telah meninggalkan pesawat dan pesawat akan diamankan (securing).
Airbus merekomendasikan pelaksanaan prosedur berikut ketika pesawat ditinggalkan tanpa pengawasan, yaitu tidak ada awak pesawat atau ground crew yang berkualifikasi di cockpit untuk mengawasi dan memonitor sistem pesawat.
Sebelum melaksanakan pemeriksaan ini, prosedur SUP Adverse Weather berikut harus dipertimbangkan bila relevan:
Pengamanan pesawat untuk cold soak (lihat PRO-NOR-SUP-ADVWXR – Securing the Aircraft for Cold Soak).
Pengurasan sistem air (lihat PRO-NOR-SUP-ADVWXR – For Draining Water Procedure – Introduction).
Operasi darat pada hujan lebat (lihat PRO-NOR-SUP-ADVWXR – Ground Operations in Heavy Rain).
Operasi di bandara dengan kontaminasi (lihat PRO-NOR-SUP-ADVWXR – Parking).
Operasi dengan abu vulkanik, pasir, atau debu (lihat PRO-NOR-SUP-ADVWXR – Securing the Aircraft).
PARK BRK handle ……………………………………………………….. CHECK ON — CM1
Pertahankan parking brake tetap ON untuk mengurangi laju kebocoran hidrolik pada brake accumulator.
OXYGEN CREW SUPPLY pb ……………………………………………………….. OFF — CM2
All IR MODE selectors ……………………………………………………….. OFF — CM1
Setelah ADIRS dimatikan, tunggu minimal 10 detik sebelum mematikan suplai listrik, untuk memastikan ADIRS menyimpan data terakhir.
EXTERIOR LIGHTS
EXTERIOR LIGHTS ……………………………………………………….. OFF — CM2
APU BLEED pb-sw ……………………………………………………….. OFF — CM2
EXT PWR pb ……………………………………………………….. SESUI KEBUTUHAN (AS RQRD) — CM2
APU MASTER SW pb-sw ……………………………………………………….. OFF — CM2
Matikan APU setelah seluruh penumpang turun dari pesawat.
EMER EXIT LT sw ……………………………………………………….. OFF — CM2
SIGNS sw ……………………………………………………….. OFF — CM2
EMER EXIT LT sw ……………………………………………………….. OFF — CM2
NO PORTABLE / ELEC DEVICE sw ……………………………………………………….. OFF — CM2
BAT 1 pb-sw dan BAT 2 pb-sw ……………………………………………………….. OFF — CM2
Tunggu hingga APU flap tertutup sepenuhnya (sekitar 2 menit setelah lampu APU AVAIL padam) sebelum mematikan baterai.
Mematikan baterai sebelum APU flap tertutup dapat menyebabkan asap di kabin pada penerbangan berikutnya.
Jika baterai OFF saat APU masih beroperasi, maka pemadaman kebakaran APU – fire extinguishing – tidak tersedia.
SECURING THE AIRCRAFT C/L ……………………………………………………….. COMPLETE — CM1–CM2
EFB APPLICATIONS ……………………………………………………….. CLOSE — CM1–CM2
ALL EFB ……………………………………………………….. SWITCH OFF — CM1–CM2
MAINT BUS sw ……………………………………………………….. SESUI KEBUTUHAN (AS RQRD) — CM2
Apabila daya listrik diperlukan untuk awak pesawat atau petugas perawatan, pertimbangkan untuk menyetel MAINT BUS sw (di kabin depan) ke posisi ON sebelum mematikan daya listrik pesawat.