ATURAN EMAS UNTUK PILOT
PENGANTAR
“Golden Rules for Pilots” dari Airbus adalah pedoman operasional, yang didasarkan pada hal-hal berikut:
Prinsip dasar penerbangan
Adaptasi prinsip dasar penerbangan untuk pesawat dengan teknologi modern
Penyediaan informasi mengenai koordinasi awak yang diperlukan untuk pengoperasian pesawat Airbus
Tujuan dari Aturan Emas ini juga adalah untuk mempertimbangkan prinsip interaksi awak pesawat dengan sistem otomatis, serta prinsip Crew Resource Management (CRM), guna membantu mencegah penyebab banyak kecelakaan atau insiden dan memastikan efisiensi penerbangan.
ATURAN EMAS UMUM
Empat Aturan Emas berikut berlaku untuk semua operasi normal, serta semua situasi tak terduga atau abnormal/darurat:
Fly. Navigate. Communicate : Dalam urutan ini dan dengan pembagian tugas yang tepat.
Terbang! Navigasi! Komunikasi!
Awak pesawat harus melakukan ketiga tindakan ini secara berurutan dan menggunakan pembagian tugas yang tepat dalam operasi normal maupun abnormal, baik saat penerbangan manual maupun saat autopilot (AP) terpasang.
Penjelasan berikut menjabarkan masing-masing dari tiga tindakan utama, beserta langkah-langkah yang terkait dalam pelaksanaannya:
“Fly” berarti bahwa:
Pilot Flying (PF) harus berkonsentrasi pada “menerbangkan pesawat” dengan memantau dan mengendalikan:
sikap pitch, sudut bank, kecepatan udara, daya dorong (thrust), sideslip, heading, dan parameter lainnya,
guna mencapai serta mempertahankan target yang diinginkan, lintasan terbang vertikal, dan lintasan terbang lateral.
Pilot Monitoring (PM) harus membantu PF dan secara aktif memantau parameter penerbangan, serta memberikan callout apabila terjadi deviasi yang berlebihan.
Peran PM dalam “pemantauan aktif” sangatlah penting.
Oleh karena itu, kedua awak penerbang harus:
Fokus dan berkonsentrasi pada tugas masing-masing untuk memastikan pembagian tugas (task sharing) yang tepat
Mempertahankan situational awareness dan segera menyelesaikan setiap ketidakpastian sebagai satu tim (crew)
“Navigate” merujuk dan mencakup empat pernyataan “Know where …” berikut, guna memastikan situational awareness:
Mengetahui di mana posisi Anda berada
Mengetahui di mana seharusnya Anda berada
Mengetahui ke mana Anda harus pergi
Mengetahui di mana cuaca, medan (terrain), dan hambatan berada
“Communicate” melibatkan komunikasi kru yang efektif dan tepat antara:
PF dan PM
Awak pesawat dan Air Traffic Control (ATC)
Awak pesawat dan awak kabin
Awak pesawat dan ground crew
Komunikasi memungkinkan awak pesawat melaksanakan penerbangan dengan aman dan tepat, serta meningkatkan situational awareness.
Untuk memastikan komunikasi yang baik, awak pesawat harus menggunakan phraseology standar dan callout yang berlaku.
Dalam kondisi abnormal atau darurat:
PF harus terlebih dahulu memulihkan lintasan terbang yang stabil
Awak pesawat harus mengidentifikasi situasi penerbangan
PF kemudian harus menginformasikan kepada ATC dan awak kabin mengenai:
Situasi penerbangan
Niat atau rencana awak pesawat
Oleh karena itu, awak pesawat harus selalu mengingat pesan kunci berikut:
Fly the Aircraft, Fly the Aircraft, Fly the Aircraft…
Terbangkan Pesawat, Terbangkan Pesawat, Terbangkan Pesawat…
Untuk melaksanakan penerbangan secara aman dan tepat, kedua awak penerbang harus memiliki keterampilan dasar menerbangkan pesawat, serta mampu menerapkan pembagian tugas (task sharing) yang sesuai dalam seluruh situasi.
Pesawat dilengkapi dengan beberapa tingkat otomasi yang digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.
Penggunaan sistem otomasi secara tepat sangat membantu awak pesawat, antara lain dalam:
Manajemen beban kerja (workload management)
Peningkatan situational awareness (lalu lintas, komunikasi ATC, dan lain-lain)
Awak pesawat harus setiap saat melakukan kedua hal berikut:
Menentukan dan memilih tingkat otomasi yang sesuai, yang dapat mencakup penerbangan manual
Catatan:
Keputusan untuk menggunakan penerbangan manual harus disepakati oleh kedua pilot dan didasarkan pada penilaian individual terhadap pilot tersebut. Penilaian ini harus mencakup:
Kondisi pesawat (malfunction)
Tingkat kelelahan pilot
Kondisi cuaca
Situasi lalu lintas
Tingkat familiaritas PF terhadap area operasi
Memahami dampak operasional dari tingkat otomasi yang dipilih
Awak pesawat harus mengonfirmasi dampak operasional dari setiap tindakan pada FCU atau MCDU, melalui crosscheck terhadap annunciation atau data yang sesuai pada PFD dan ND.
Setiap saat, awak pesawat harus mengetahui:
Mode guidance (armed atau engaged)
Target guidance
Respons pesawat dalam hal sikap (attitude), kecepatan, dan lintasan (trajectory)
Mode transisi atau reversion
Oleh karena itu, untuk memastikan situational awareness yang benar, awak pesawat harus setiap saat:
Memonitor FMA
Mengumumkan FMA
Mengonfirmasi FMA
Memahami FMA
Apabila pesawat tidak mengikuti lintasan terbang vertikal atau lateral yang diinginkan, atau tidak mengikuti target yang dipilih, dan awak pesawat tidak memiliki waktu yang cukup untuk menganalisis serta menyelesaikan situasi tersebut, maka awak pesawat harus segera mengambil tindakan yang sesuai atau diwajibkan, sebagai berikut:
Pilot Flying (PF) harus mengubah tingkat otomasi, yaitu:
Dari managed guidance ke selected guidance, atau
Dari selected guidance ke penerbangan manual
Pilot Monitoring (PM) harus melakukan tindakan berikut secara berurutan:
Berkomunikasi dengan PF
Menantang (challenge) tindakan PF, bila diperlukan
Mengambil alih kendali (take over), bila diperlukan