Bab Prosedur Normal menjabarkan teknik-teknik yang harus diterapkan oleh awak pesawat pada setiap fase penerbangan, guna mengoptimalkan penggunaan pesawat.
Awak pesawat harus membaca bab Prosedur Normal ini bersamaan dengan FCOM, yang menyediakan prosedur normal beserta pembagian tugas (tasksharing), callout, dan checklist yang terkait.
Seluruh teknik penerbangan ini berlaku untuk kondisi normal.
KOMUNIKASI ANTAR KOKPIT (CROSS-COCKPIT COMMUNICATION)
Istilah “cross-cockpit communication” mengacu pada komunikasi antara Pilot Flying (PF) dan Pilot Monitoring (PM).
Komunikasi ini penting bagi setiap awak pesawat. Setiap kali salah satu awak melakukan penyesuaian atau perubahan informasi dan/atau peralatan di flight deck, awak lainnya harus diberi tahu, dan konfirmasi (acknowledgement) harus diperoleh.
Penyesuaian dan perubahan tersebut meliputi:
Perubahan pada FMGS
Perubahan kecepatan atau Mach
Penyetelan alat bantu navigasi
Modifikasi lintasan terbang
Pemilihan sistem (misalnya sistem anti-ice)
Dalam penerapan cross-cockpit communication, phraseology standar sangat penting untuk memastikan komunikasi awak pesawat yang efektif. Phraseology ini harus ringkas dan tepat.
Rujuk ke FCOM/PRO-NOR-SOP-SCO Communications and Standard Terms.
Selain callout standar, awak pesawat harus berkomunikasi untuk meningkatkan situational awareness.
Sesuai peran PM dan sejalan dengan Airbus Golden Rules, PM harus memantau dan mengumumkan setiap situasi yang memerlukan reaksi PF, atau mengambil alih kendali, bila diperlukan.
Hal ini berlaku untuk setiap deviasi dari lintasan terbang yang direncanakan, atau setiap kondisi yang memerlukan penilaian ulang terhadap situasi penerbangan dan niat awak pesawat.
Saat pesawat berada di bawah 10.000 kaki, setiap percakapan yang tidak esensial harus dihindari.
Hal ini mencakup percakapan di dalam kokpit maupun antara awak pesawat dan awak kabin.
Kepatuhan terhadap kebijakan ini sangat penting untuk:
Memfasilitasi komunikasi antara kedua awak penerbang
Memastikan komunikasi yang efektif terkait informasi darurat atau keselamatan antara awak pesawat dan awak kabin
Benda-benda yang tidak disimpan di tempat khususnya di kokpit dapat jatuh dan menimbulkan bahaya, seperti:
Kerusakan peralatan
Pengoperasian kontrol atau pushbutton secara tidak disengaja
Airbus sangat merekomendasikan agar awak pesawat menyimpan seluruh benda di area penyimpanan yang telah ditentukan di kokpit, sebagai berikut:
Cangkir dengan penutup di cup holder
Botol dengan tutup di bottle holder
Buku dan kertas (jika ada) di lateral stowage
Sampah di tempat sampah (waste bin) pada lateral console
Nampan makanan di lantai belakang kursi awak pesawat
(awak kabin harus mengumpulkan nampan makanan sesegera mungkin)
Peralatan pribadi diamankan dengan benar di area stowage yang tersedia
Perangkat elektronik portabel diamankan dengan benar di:
Flight document stowage
Checklist stowage
Operation manual stowage
(Rujuk ke FCOM/DSC-25-10-10 General Arrangement)
Awak pesawat harus sangat berhati-hati dalam menangani cairan di area kokpit, sesuai dengan zona larangan cairan, guna menghindari:
Kerusakan peralatan
Pengoperasian kontrol secara tidak disengaja
Awak pesawat harus selalu memastikan bahwa:
Cangkir dilengkapi dengan penutup
Botol dilengkapi dengan tutup
Status pesawat ditentukan sebagai berikut:
Pesawat berada dalam TRANSIT STOP apabila checklist terakhir yang dilaksanakan oleh awak pesawat adalah PARKING C/L.
Pesawat berada dalam SECURED STOP apabila checklist terakhir yang dilaksanakan oleh awak pesawat adalah SECURING THE AIRCRAFT C/L.
Dalam kondisi tidak ada pergantian awak pesawat dan setelah TRANSIT STOP, awak pesawat hanya melaksanakan item-item yang ditandai dengan tanda bintang (*) pada Standard Operating Procedures (SOP).
Jika tidak, awak pesawat melaksanakan seluruh item dalam SOP.