FCTM PURPOSE

Flight Crew Techniques Manual (FCTM) menyediakan informasi pelengkap terhadap Flight Crew Operating Manual (FCOM).

FCTM memberikan kepada awak pesawat:

  • Filosofi operasional Airbus secara umum
    (misalnya prinsip desain dan pemanfaatan, serta golden rules bagi pilot)

  • Informasi tambahan terhadap prosedur FCOM
    (menjelaskan “mengapa” suatu tindakan dilakukan dan “bagaimana” melakukannya)

  • Best practices, teknik operasi pada manuver, serta teknik aircraft handling

  • Informasi mengenai situational awareness

Apabila terdapat perbedaan data antara FCTM dan FCOM, maka FCOM tetap menjadi referensi utama.

FCTM CONTENT

FCTM memiliki 4 bagian utama:


1. INFORMASI UMUM (GENERAL INFORMATION)

Bagian ini menyediakan informasi mengenai:

  • Tujuan FCTM

  • Isi FCTM

  • Daftar singkatan (abbreviations)


2. FILOSOFI OPERASIONAL AIRBUS (AIRBUS OPERATIONAL PHILOSOPHY)

Bagian ini dibagi menjadi empat subbagian:

2.1 Filosofi Desain (Design Philosophy)

Subbagian ini menjelaskan prinsip desain dan pemanfaatan Airbus terkait:

  • Kokpit

  • Sistem fly-by-wire

  • Prosedur

2.2 Aturan Pembagian Tugas dan Komunikasi (Tasksharing Rules and Communication)

Subbagian ini menjelaskan aturan umum pembagian tugas dan komunikasi pada operasi normal maupun abnormal.

2.3 Manajemen Operasi Abnormal (Management of Abnormal Operations)

Subbagian ini menjelaskan bagaimana awak pesawat harus menangani operasi abnormal, seperti:

  • Penanganan peringatan ECAM

  • Penggunaan QRH

  • ADVISORY

2.4 Golden Rules for Pilots

Subbagian ini menjelaskan “GOLDEN RULES FOR PILOTS” versi Airbus.


3. SISTEM PESAWAT (AIRCRAFT SYSTEMS)

Bagian ini menyediakan informasi tambahan dan teknik pengoperasian mengenai penggunaan sistem tertentu, misalnya:

  • BIRD

  • TCAS


4. PROSEDUR (PROCEDURES)

Bagian ini menyediakan, untuk operasi normal dan abnormal:

  • Best practices
    (mengapa dilakukan, bagaimana melakukannya, dan apa yang terjadi bila tidak dilakukan)

  • Teknik manuver dan handling

Bagian ini dibagi menjadi dua subbagian:

  1. Prosedur Normal (termasuk Prosedur Tambahan / Supplementary Procedures)

  2. Prosedur Abnormal dan Darurat

AIRCRAFT SYSTEMS