MANAGEMENT OF ABNORMAL OPERATIONS

GENERAL

 

INTRODUCTION

 

Prosedur-prosedur yang tercantum di bawah ini dilaksanakan dengan prinsip “READ & DO” (kecuali MEMORY item atau OEB immediate actions):

  • Prosedur ECAM: dipicu secara otomatis sebagai respons terhadap perilaku abnormal sistem yang dimonitor oleh Flight Warning System (FWS)

  • Prosedur QRH: diterapkan oleh flight crew sebagai respons terhadap kejadian abnormal yang dideteksi oleh salah satu anggota awak

  • Prosedur OEB: dipicu pada situasi tertentu


SEQUENCE OF PROCEDURE

Dalam sebagian besar situasi, urutan berikut adalah dasar yang harus diterapkan oleh flight crew.

Namun, urutan ini tidak mencakup semua kondisi operasional, sehingga flight crew harus menggunakan penilaian profesional dan menyesuaikan urutan tindakan dengan kondisi nyata.

Dalam kondisi abnormal atau darurat, flight crew menerapkan prosedur dengan urutan, sesuai kebutuhan:

  • MEMORY ITEMS atau OEB Immediate Actions

  • OEB

  • ECAM

  • QRH


ONE PROCEDURE AT A TIME

Saat flight crew melaksanakan suatu prosedur, prosedur tersebut harus diselesaikan, kecuali:

  • Suatu tindakan menginstruksikan untuk menerapkan/ mempertimbangkan prosedur lain, atau

  • Flight crew perlu memperbarui penilaian situasi akibat kondisi abnormal atau darurat yang tidak terduga
    (misalnya: asap terdeteksi oleh cabin crew atau encounter abu vulkanik).

USE OF AUTOPILOT

Autopilot (AP) tidak disertifikasi untuk semua konfigurasi, sehingga kinerjanya tidak selalu dapat dijamin.

Jika pilot memilih menggunakan AP dalam kondisi tersebut, diperlukan kewaspadaan ekstra, dan AP harus segera dilepas (disconnected) apabila pesawat menyimpang dari jalur terbang yang diinginkan atau yang aman.

Untuk informasi tambahan, lihat: FCOM / LIM-AFS-10 Autopilot Function.


LAND ASAP DEFINITION

Jika LAND ASAP (merah) merupakan bagian dari prosedur, lakukan pendaratan sesegera mungkin di bandara terdekat yang memungkinkan dilakukan pendaratan dengan aman.

Catatan: LAND ASAP merah berlaku untuk situasi yang bersifat kritis terhadap waktu.

Jika LAND ASAP (amber/kuning) merupakan bagian dari prosedur, pertimbangkan untuk mendarat di bandara terdekat yang sesuai (suitable).

Catatan: Kriteria “suitable” harus ditetapkan sesuai dengan kebijakan operator.

HANDLING OF COCKPIT CONTROLS

GENERAL

Dalam penerbangan, PF dan PM harus melakukan crosscheck sebelum melakukan tindakan pada kontrol berikut:

  • Tuas ENG MASTER

  • IR MODE selector

  • Semua kontrol yang dilengkapi guard (penutup pengaman)

  • Circuit Breaker (C/B) kokpit

Awak pesawat harus melakukan crosscheck pada kontrol di atas untuk mencegah tindakan yang tidak disengaja dengan efek yang tidak dapat dibalikkan (misalnya saat mengoperasikan kontrol merah yang berguard).

Jika awak pesawat secara tidak sengaja mengoperasikan kontrol berguard hitam, efek yang timbul masih dapat dibalikkan.

Reset sistem hanya boleh dibatasi pada yang tercantum di FCOM/QRH.


TASKSHARING RULES FOR COCKPIT CONTROLS OPERATION

Untuk memastikan pengoperasian kontrol di atas, gunakan metode pembagian tugas berikut:

  • PM menunjukkan kontrol terkait dan meminta konfirmasi dari PF

  • PF memverifikasi kontrol yang ditunjuk PM dan memberikan konfirmasi kepada PM

  • PM mengoperasikan kontrol tersebut sesuai kebutuhan.


TASKSHARING RULES FOR THRUST LEVERS OPERATION

Tuas thrust merupakan bagian dari kontrol yang dioperasikan oleh PF dalam rangka tugas “FLY”. Oleh karena itu, PM tidak boleh mengoperasikan thrust levers.

Jika suatu prosedur ECAM/QRH/OEB meminta PM untuk mengoperasikan thrust lever, maka:

  • PM harus meminta PF untuk mengoperasikan tuas tersebut.

Metode pembagian tugas yang digunakan:

  • PF menunjukkan thrust lever terkait dan meminta konfirmasi dari PM

  • PM memverifikasi thrust lever yang ditunjuk PF dan memberikan konfirmasi kepada PF

  • PF mengoperasikan thrust lever tersebut sesuai kebutuhan.

HANDLING OVERHEAD PANEL CONTROL

Panel overhead kokpit diberi label dengan jelas untuk membantu awak pesawat mengidentifikasi seluruh sistem dan kontrol dengan benar.

Ketika prosedur ECAM/QRH/OEB mengharuskan awak pesawat melakukan suatu tindakan pada panel overhead, atau ketika awak pesawat melakukan reset sistem, awak pesawat dapat dengan cepat mengenali dan menemukan panel sistem yang benar melalui label putih (huruf besar) yang terdapat di sisi atau di bagian atas setiap panel.

Untuk melakukan setiap tindakan yang diminta oleh suatu prosedur, PM harus menunjuk panel dan kontrol yang terkait serta mengumumkan secara berurutan:

  • Nama sistem

  • Nama kontrol, atau jenis reset sistem

  • Tindakan yang akan dilakukan

Contoh: “AIR, XBLEED, CLOSE.”

Pendekatan ini memungkinkan PM menjaga PF tetap terinformasi mengenai progres prosedur dan mengurangi risiko PM mengoperasikan kontrol yang salah.

Perlu diingat bahwa pada sebagian besar kegagalan sistem, lampu FAULT pada kontrol yang terkait akan menyala amber. Hal ini membantu awak pesawat mengidentifikasi kontrol sistem yang tepat pada panel overhead.

Setelah pemilihan suatu kontrol, PM harus memeriksa halaman SD, untuk memastikan bahwa tindakan yang dipilih benar-benar telah dilaksanakan
(misalnya, penutupan katup crossbleed harus mengubah indikasi yang ditampilkan pada halaman SD).

HANDLING OF ECAM/QRH/OEB

Ketika suatu situasi abnormal terdeteksi oleh awak pesawat, prioritas pertama awak pesawat adalah mempertahankan lintasan terbang yang aman sebelum melakukan tindakan READ & DO apa pun.

Pada saat takeoff atau go-around, awak pesawat sebaiknya menunda tindakan READ & DO sampai pesawat mencapai minimum 400 ft AGL. Hal ini merupakan kompromi yang tepat antara stabilisasi pesawat dan penundaan tindakan. Namun, awak pesawat dapat memulai tindakan READ & DO di bawah 400 ft AGL, selama lintasan terbang tetap aman.

Ketika awak pesawat melaksanakan prosedur ECAM/QRH/OEB dengan metode “READ & DO”, mereka harus:

  • Membaca dan melaksanakan tindakan ECAM/QRH/OEB dengan benar

  • Membagi tugas secara tepat

  • Memantau dan melakukan crosscheck dengan cermat

Namun, dalam beberapa situasi yang sangat kritis terhadap waktu, awak pesawat tidak memiliki waktu untuk merujuk pada prosedur ECAM/QRH/OEB. Oleh karena itu, awak pesawat harus mengetahui dan menerapkan secara hafalan (memory) item yang disebut sebagai MEMORY ITEMS atau OEB immediate actions.

TASKSHARING RULES

PF biasanya tetap sebagai PF untuk seluruh penerbangan, kecuali Kapten memutuskan untuk mengalokasikan ulang tugas secara berbeda, atau bila terjadi kegagalan yang memengaruhi tugas “FLY” dari PF.

Selain tugas rutin “FLY” dan “NAVIGATE” yang dilakukan oleh PF, PF juga bertanggung jawab untuk:

  • Memulai tindakan ECAM/QRH/OEB yang harus dilakukan oleh PM

  • Melakukan komunikasi setelah tindakan ECAM/QRH/OEB dimulai sampai PM menyatakan:

    • “ECAM actions completed”, atau

    • “XXX procedure completed” dalam hal prosedur QRH atau OEB

Selain tugas rutin “MONITOR” yang dilakukan oleh PM, PM juga bertanggung jawab untuk mengelola tindakan ECAM/QRH/OEB setelah PF mengumumkan “ECAM ACTIONS” atau memulai prosedur QRH, sebagai berikut:

  • Melaksanakan tindakan ECAM/QRH/OEB dengan metode Read & Do secara lisan

  • Meminta konfirmasi PF sebelum meng-clear setiap ECAM

HANDLING OF ECAM

GENERAL

Tindakan ECAM adalah tindakan yang harus dilakukan oleh PM di darat maupun di udara setelah muncul peringatan ECAM, setelah lintasan pesawat stabil dan PF mengumumkan “ECAM actions”.

Tindakan ECAM dibagi menjadi beberapa langkah, yang ditampilkan secara jelas pada halaman EWD dan SD.

PM harus:

  • Melaksanakan prosedur ECAM dengan prinsip “READ & DO”, sebagaimana tertera pada baris aksi prosedur di EWD

  • Menganalisis dampak operasional pada sistem yang terdampak melalui halaman SD

  • Membaca halaman STATUS, termasuk prosedur terkait

Jika suatu prosedur ECAM meminta awak pesawat untuk menerapkan prosedur QRH, maka awak pesawat harus:

  • Tetap menampilkan prosedur pada ECAM

  • Menerapkan prosedur QRH yang diminta

Tujuannya adalah agar awak pesawat tidak terganggu oleh peringatan ECAM lanjutan yang memiliki prioritas lebih rendah.

ECAM TASKSHARING

PF / PM

  • Pilot pertama yang melihat:

    • MASTER WARNING / CAUTION ……………….. RESET

    • PM

  • Untuk setiap prosedur ECAM:

    • “Judul kegagalan” ………………………………………. ANNOUNCE

    • ECAM ………………………………………………………….. CONFIRM

    PM harus memeriksa panel overhead dan/atau SD terkait, untuk menganalisis dan mengonfirmasi kegagalan sebelum melakukan tindakan apa pun. Awak pesawat harus mengingat bahwa sensor pada panel overhead dan/atau SD dapat berbeda dengan sensor yang memicu kegagalan.

    • PF/PM

    • OEB ………………………………………………………….. CONSIDER

  • PF:

    • “ECAM ACTIONS” ………………………………………… ORDER

    Bila ECAM menampilkan beberapa kegagalan, PF hanya memanggil “ECAM ACTIONS” untuk ECAM yang pertama.

    Terapkan Aturan Tasksharing dan Komunikasi untuk Operasi Abnormal (Refer AOP-20 General).

  • PM:

    • ECAM/OEB ACTIONS ……………………………………. PERFORM

  • PM → PF:

    • “CLEAR (nama sistem)?” …………………………… REQUEST

  • PF:

    • ECAM ACTIONS PERFORMED …………………………. CHECK

    • “CLEAR (nama sistem)” ……………………………… CONFIRM

  • PM:

    • CLR pb ………………………………………………………. PRESS

    Sebelum PM menekan tombol CLR, awak pesawat harus memastikan dengan cermat bahwa seluruh tindakan telah dilakukan.


  • Untuk setiap halaman SD:

    • SD page …………………………………………………….. ANALYZE

    • PM

    • “CLEAR (nama sistem)?” …………………………… REQUEST

    • PF

    • “CLEAR (nama sistem)” ……………………………… CONFIRM

    • PM

    • CLR pb ………………………………………………………. PRESS


  • Saat halaman STATUS muncul:

    • PM

    • “STATUS” …………………………………………………… ANNOUNCE

    • PF

    • “STOP ECAM” ……………………………………………… ORDER

    • PM

    • ECAM ACTIONS ………………………………………….. STOP

    • PF

    Pertimbangkan normal checklist, reset sistem, atau prosedur tambahan lain yang relevan.

    • “CONTINUE ECAM” ……………………………………… ORDER

    • PM

    • STATUS ………………………………………………………… READ

    Prosedur yang terkait dengan STATUS harus ditinjau terlebih dahulu untuk menilai beban kerja, dan dilaksanakan pada fase penerbangan yang sesuai.

    • “REMOVE STATUS?” ………………………………….. REQUEST

    • PF

    • “REMOVE STATUS” ………………………………….. CONFIRM

    • PM

    • STS pb ………………………………………………………… PRESS

  • PM:

    • “ECAM ACTIONS COMPLETED” …………………… ANNOUNCE

STOP ECAM

Bila diperlukan, awak pesawat harus menghentikan sementara ECAM actions apabila perlu melakukan tindakan yang memerlukan acknowledgement, pengecekan, atau crosscheck dari kedua pilot, misalnya:

  • Komunikasi dengan ATC

  • Permintaan perubahan konfigurasi pesawat

  • Pengaturan baro

Setelah itu, ECAM actions dilanjutkan kembali.

Tujuan STOP ECAM:

  1. Melaksanakan Normal Checklist (C/L), bila ada.
    Normal C/L yang tertunda harus dikerjakan pada tahap ini, karena ini merupakan kompromi yang baik antara:

    • kebutuhan menerapkan prosedur ECAM dan analisis sistem, dan

    • keterlambatan pengecekan status sistem
      (contoh: failure setelah takeoff, saat flap dan landing gear sudah diretraksi).

  2. Mempertimbangkan system reset.
    Prosedur ECAM dapat mencantumkan reset dengan mematikan lalu menghidupkan kembali sistem melalui kontrol kokpit yang normal.
    Namun, reset juga bisa tidak diminta oleh ECAM. Dalam hal ini, tanggung jawab awak pesawat untuk mempertimbangkan reset, selama reset tersebut diizinkan dalam System Reset Table.

    Jika reset berhasil, halaman STATUS akan hilang.
    Reset tidak boleh dilakukan dari ingatan. Harus merujuk ke QRH.

  3. Mempertimbangkan prosedur ENG RELIGHT setelah engine failure tanpa kerusakan.
    Jika relight berhasil, STATUS page juga akan hilang.


STATUS PAGE

Tujuan STATUS page adalah memberikan gambaran menyeluruh kondisi teknis pesawat pada seluruh fase penerbangan.

Oleh karena itu, awak pesawat harus:

  • Membaca seluruh informasi STATUS page untuk menilai situasi secara tepat dan mengambil keputusan yang benar.

  • Memperhatikan bahwa sebagian tindakan pada STATUS page lebih tepat dilakukan pada fase penerbangan tertentu.

  • Meninjau prosedur terkait STATUS page saat review, guna menilai dan mengantisipasi beban kerja pada tiap fase penerbangan.

JIKA PERINGATAN (ATAU CAUTION) ECAM HILANG

Apabila suatu ECAM warning menghilang saat suatu prosedur sedang dilaksanakan, maka peringatan tersebut dapat dianggap tidak lagi berlaku dan pelaksanaan prosedur dapat dihentikan.

Contoh:
Saat melaksanakan prosedur engine fire, bila api berhasil dipadamkan dengan botol pemadam pertama, maka peringatan ENG 1(2) FIRE akan hilang dan prosedur tersebut tidak perlu dilanjutkan.

Setiap prosedur ECAM lain yang masih tersisa tetap harus dikerjakan seperti biasa.

HANDLING OF QRH

UMUM

Apabila awak pesawat perlu menerapkan suatu prosedur QRH, maka PM harus menggunakan daftar isi QRH (Abnormal and Emergency Procedures) untuk mencari dan memilih prosedur yang sesuai.

JIKA KONDISI PENERAPAN PROSEDUR QRH HILANG

Awak pesawat dapat menghentikan prosedur abnormal QRH apabila kondisi yang menjadi dasar penerapannya sudah tidak ada.


ECAM/QRH/OEB ACTIONS COMPLETED

SETELAH TINDAKAN ECAM/QRH/OEB SELESAI, AWAK PESAWAT HARUS:

  • Kembali ke pembagian tugas Normal Operations.

  • Bila waktu memungkinkan, meninjau FCOM untuk informasi tambahan mengenai prosedur yang diterapkan.
    Namun, penerbangan tidak boleh diperpanjang hanya untuk membaca FCOM.

  • Menilai situasi.
    Bila memungkinkan, tampilkan kembali STATUS page untuk evaluasi:

    • Periksa faktor penalti bahan bakar dan sisa bahan bakar di bandara tujuan atau bandara pengalihan

    • Periksa penalti jarak pendaratan dan hitung jarak pendaratan di tujuan atau pengalihan

    • Pertimbangkan seluruh aspek operasional, perawatan, dan komersial

  • Membuat keputusan.

  • Menginformasikan ATC, awak kabin, penumpang, dan operasi maskapai sesuai kebutuhan.

HANDLING OF ADVISORY

GENERAL

ADVISORY memungkinkan awak pesawat untuk memonitor parameter yang sedang menyimpang (drifting).

Sensor yang memicu advisory dapat berbeda dengan sensor yang digunakan oleh FWS untuk memicu ECAM alert.


TASKSHARING RULES

Awak pesawat harus menggunakan metode pembagian tugas berikut:

  • Awak pesawat yang pertama kali menyadari adanya advisory mengumumkan:

  • “ADVISORY on XYZ system”.

  • Selanjutnya, PF meminta PM untuk memonitor parameter yang menyimpang tersebut.
    Bila waktu memungkinkan, PM dapat merujuk ke QRH untuk:

    • Memeriksa kondisi pemicu advisory pada berbagai situasi

    • Menemukan tindakan yang direkomendasikan terkait advisory tersebut.

SPURIOUS CAUTION

Setiap spurious caution (peringatan palsu) dapat dihapus dengan menekan pushbutton EMER CANC.

Jika ditekan, EMER CANC pb akan:

  • Menghapus peringatan suara (aural alert) dan caution tersebut untuk sisa penerbangan.

  • Hal ini ditunjukkan pada STATUS page dengan judul: “CANCELLED CAUTION”.

EMER CANC akan:

  • Menonaktifkan setiap peringatan suara yang berhubungan dengan red warning,

  • Tetapi tidak menghilangkan red warning itu sendiri.

USE OF SUMMARIES

GENERAL

QRH summaries adalah prosedur QRH yang dibuat untuk membantu flight crew melaksanakan tindakan pada kondisi:

  • ELEC EMER CONFIG, atau

  • Dual Hydraulic Failure.

QRH summaries dibagi menjadi empat bagian:

  • CRUISE

  • APPROACH

  • LANDING

  • GO-AROUND


SITUATION ASSESSMENT WITH THE CRUISE SECTION OF THE QRH SUMMARY

➡️ Penilaian Situasi dengan QRH Summary

Langkah 1 dan 2: Awak pesawat harus terlebih dahulu menerapkan ECAM. Ini mencakup baik prosedur maupun halaman STATUS. Setelah tindakan ECAM selesai, PM mengumumkan “ECAM ACTIONS COMPLETED”. Kemudian, PM harus merujuk ke QRH Summary yang sesuai.

Langkah 3: Setelah pemeriksaan halaman STATUS, PM harus merujuk ke bagian CRUISE pada QRH Summary. Bagian CRUISE menyoroti sistem-sistem yang masih tersedia (khusus pada konfigurasi ELEC EMER), keterbatasan utama, serta kemampuan terbang pesawat.

Bagian CRUISE membantu awak pesawat untuk menilai situasi dan memilih runway yang sesuai untuk pendaratan.

Sesuai dengan yang tercantum pada bagian CRUISE, awak pesawat harus merujuk ke aplikasi performa atau bab QRH yang terkait untuk:

Evaluasi peningkatan konsumsi bahan bakar (langkah 4)
Perhitungan performa pendaratan di bandara yang dipilih (langkah 5)

APPROACH PREPARATION
➡️ Persiapan Pendekatan (Approach) dengan QRH Summary

Selama awak pesawat memeriksa STATUS page (langkah 6), mereka harus menggunakan bagian APPROACH, LANDING, dan GO-AROUND untuk mendukung persiapan approach (langkah 7 dan 8).

Bila diperlukan, bagian APPROACH, LANDING, dan GO-AROUND mencakup prosedur:

  • LANDING WITH SLATS or FLAPS JAMMED

  • L/G GRAVITY EXTENSION

yang harus diterapkan oleh awak pesawat selama fase approach, landing, dan go-around.

APPROACH BRIEFING
Briefing Approach dengan QRH Summary

➡️ Awak pesawat harus menggunakan bagian APPROACH, LANDING, dan GO-AROUND dari QRH Summary untuk melaksanakan approach briefing, sambil melakukan crosscheck terhadap halaman FMS yang terkait dan halaman STATUS (langkah 9 dan 10).

APPROACH
Approach with the QRH Summary

Untuk melaksanakan approach, awak pesawat harus merujuk ke bagian APPROACH (langkah 11).

Ketika pesawat sudah berada dalam konfigurasi final, awak pesawat dapat dengan cepat meninjau kembali bagian LANDING dan GO-AROUND sebagai pengingat (pengereman, NWS, reverse thrust, dan retraksi landing gear pada saat go-around).

Terakhir, PM harus memeriksa halaman STATUS (langkah 12) dan memastikan bahwa seluruh tindakan APPR PROC telah diselesaikan.