UMUM
Penerapan yang benar terhadap aturan pembagian tugas dan komunikasi menjamin pengoperasian pesawat yang aman dan efektif.
OPERASI NORMAL
UMUM
Tanggung jawab PF:
TERBANG (FLY)
NAVIGASI (NAVIGATE)
Tanggung jawab PM:
MEMANTAU jalur terbang, navigasi, dan sistem pesawat
KOMUNIKASI (COMMUNICATE)
Namun, bila diperlukan, awak penerbang dapat mengatur ulang pembagian tugas sesuai kebutuhan.
SUPPLEMENTARY PROCEDURES
Untuk Supplementary Procedures, pembagian tugas yang digunakan adalah:
Jika prosedur berkaitan dengan engine start, disarankan membaca seluruh prosedur terlebih dahulu, kemudian:
PM membaca langkah-langkah, dan
PF mengoperasikan kontrol.
Untuk semua Supplementary Procedures lainnya:
Prosedur diterapkan sesuai prinsip READ & DO, yaitu PM membaca prosedur dan PF atau PM mengoperasikan kontrol, tergantung konteks.
OPERASI ABNORMAL
Tanggung jawab PF:
TERBANG (FLY)
NAVIGASI (NAVIGATE)
KOMUNIKASI (COMMUNICATE) setelah inisiasi:
Tindakan ECAM, atau
Prosedur QRH.
Tanggung jawab PM:
MEMANTAU jalur terbang dan navigasi
Melaksanakan tindakan ECAM atau menerapkan prosedur QRH/OEB.
Catatan (terjemahan):
Selama proses manajemen ECAM atau penerapan prosedur QRH/OEB, tugas “COM” (komunikasi) dialihkan kepada PF, karena kemampuan kognitif PM sebagian besar difokuskan untuk memahami dan melaksanakan tindakan ECAM/QRH/OEB.
Oleh karena itu, kesadaran situasional PM terhadap lingkungan dan navigasi menjadi kurang efektif dibandingkan dengan PF.