LIMITATIONS

ENGINES

THRUST SETTING / BATAS EGT

 

Kondisi OperasiBatas WaktuBatas EGT
Takeoff¹ dan Go-around (semua mesin beroperasi)5 menit950 °C
Takeoff¹ dan Go-around (satu mesin tidak beroperasi)10 menit950 °C
Maximum Continuous Thrust (MCT)Tidak terbatas915 °C
StartDi darat / Di udara725 °C

¹ Termasuk mode TOGA, FLEX, dan DERATE thrust.

SHAFT SPEEDS (KECEPATAN POROS MESIN)

 

ParameterBatas Maksimum
N1 (poros inti)104 %
N2 (poros LP)105 %

Catatan:
Batas N1 tergantung pada kondisi lingkungan dan konfigurasi engine air bleed. Parameter ini bisa membatasi N1 menjadi nilai yang lebih rendah dari batas maksimum di atas.

OIL (MINYAK MESIN)

 

OIL TEMPERATURE (Suhu Minyak)

  • Maksimum berkelanjutan: 140 °C

  • Maksimum sementara (15 menit): 155 °C

  • Minimum saat start: -40 °C

  • Minimum sebelum takeoff: -10 °C

OIL QUANTITY (Kuantitas Minyak)

  • Minimum: 9,5 qt + konsumsi estimasi

  • Rata-rata konsumsi estimasi: 0,5 qt/jam

OIL PRESSURE (Tekanan Minyak)

MIN/MAX Tekanan Minyak (indikasi di ECAM)

Catatan: Nilai pasti biasanya ditampilkan di ECAM Engine Page selama operasi mesin. Pilot harus memastikan tekanan minyak berada di antara batas minimum dan maksimum sesuai indikasi ECAM selama semua fase penerbangan.

STARTER (Mesin Starter)

  • Satu siklus standard automatic start (start standar otomatis) yang mencakup hingga tiga percobaan start, dianggap sebagai satu siklus.

  • Untuk start di darat (otomatis atau manual), waktu jeda 20 detik diperlukan antara siklus berturut-turut.

  • Periode pendinginan 15 menit diperlukan setelah empat siklus gagal.

  • Starter tidak boleh dijalankan jika N2 lebih dari 20 %.

REVERSE THRUST (Dorongan Mundur)

  • Pemilihan dorongan mundur dilarang saat terbang.

  • Menggerakkan pesawat mundur menggunakan reverse thrust tidak diperbolehkan.

  • Reverse thrust maksimum tidak boleh digunakan di bawah kecepatan 70 kt.

  • Idle reverse (dorongan mundur minimum) diperbolehkan hingga pesawat berhenti.

LEPAS LANDAS DENGAN REDUCED THRUST (REDUCED THRUST TAKEOFF)

FLEX TAKEOFF (Lepas Landas dengan Daya Fleksibel)

  • Lepas landas dengan reduced thrust – daya berkurang, yang disebut FLEX takeoff, hanya diperbolehkan jika pesawat memenuhi semua persyaratan performa pada berat lepas landas, dengan mesin yang beroperasi pada daya yang tersedia sesuai flexible temperature (TFLEX).

  • Lepas landas dengan daya berkurang diperbolehkan meskipun ada item yang tidak berfungsi yang memengaruhi performa, asal kekurangan performa tersebut sudah diperhitungkan dan memenuhi persyaratan di atas.

  • FLEX takeoff tidak diperbolehkan pada landasan yang terkontaminasi (basah, bersalju, es, dll.).

  • TFLEX tidak boleh:

    • Lebih tinggi dari TMAXFLEX, yaitu ISA + 55 °C.

    • Lebih rendah dari flat temperature (TREF).

    • Lebih rendah dari suhu udara sebenarnya (OAT).

DERATED TAKEOFF (Lepas Landas dengan Daya Dikurangi)

  • Pemilihan daya TOGA tidak diperbolehkan saat melakukan derated takeoff, kecuali jika diminta dalam prosedur abnormal atau darurat.

  • Penggunaan lepas landas dengan daya berkurang (FLEX takeoff) tidak diperbolehkan bersamaan dengan derated takeoff.

  • Penggunaan derated takeoff diperbolehkan tanpa memandang kondisi landasan (kering, basah, atau terkontaminasi).


OPERASI CROSSWIND DI DARAT

ENGINE START (Start Mesin)

  • Mesin mampu start dalam crosswind hingga 45 kt.

TAKEOFF (Lepas Landas)

  • Batas crosswind mesin saat lepas landas: 35 kt (termasuk gust).

SOFT GO-AROUND (GA SOFT)

  • Penggunaan mode GA SOFT dilarang jika salah satu mesin tidak berfungsi.